Silakan tunggu 7 detik...

Payitaht Abdulhamid – Safelink


Perjuangan Sultan Abdulhamid II mempertahankan Kesultanan Osmani agar tetap hidup dari berbagai serangan dan trik para pemimpin dunia dan Zionis. Sultan Abdulhamid II adalah Sultan ke-34 Kesultanan Osmani. Ketika diberikan tahta, negara sedang berada dalam kondisi yang sulit. Ekonomi hampir runtuh, hutang menumpuk, senjata pasukan kuno dan banyaknya pengkhianat di jajaran pemerintah. Sang Ulu Hakan harus berjuang menghadapi semua itu di masa kesultanannya. 

Menurut sumber sejarah, Abdulhamid II lahir di Istanbul pada tahun 21 September 1842. Dia tumbuh di istana Topkapi, dan bisa bicara dalam banyak bahasa secara fasih, termasuk bahasa Prancis, Arab, dan Persia. Masa kecil dan masa mudanya bertepatan dengan era Tanzimat, periode reformasi di Kesultanan Osmani yang dimulai pada tahun1839. Pemerintahan Abdulhamid berlangsung selama 33 tahun dimulai sejak 31 Agustus 1876, ketika Kesultanan berada dalam kesulitan di tengah ancaman baik di dalam maupun di luar negeri.

KEBIJAKAN POLITIK
Pada tahun diangkat sebagai pemimpin Osmani, dia menandatangani konstitusi pertama, yang dikenal sebagai Kanun-i Esasi, pada 23 Desember, meletakkan dasar bagi pemerintahan konstitusional. Unggul dalam kebijakan luar negeri, sang Sultan mengikuti perkembangan politik di seluruh dunia dengan tujuan utamanya untuk mengamankan perdamaian di negaranya. Dia berusaha memperkuat hubungan Osmani dengan dunia Islam, menjadikan hal itu sebagai kebijakan fundamental. Di antara sultan Osmani, Abdulhamid yang paling banyak menggunakan wewenang Khalifah-nya. Beliau mengirim ulama ke negara-negara seperti Indonesia, Afrika Selatan dan Jepang, dia berjuang untuk menyebarkan Islam dan melawan negara-negara kolonial.

INFRASTRUKTUR
Pada 1900, ia juga memerintahkan pembangunan jalur kereta api yang menghubungkan Damaskus di Suriah ke kota suci Muslim Mekah dan Madinah di sepanjang semenanjung Hijaz di pantai timur Laut Merah, sebuah wilayah yang saat ini Arab Saudi. Tujuan dari pembangunan ini adalah memudahkan umat Muslim yang berada di Anatolia dan sekitarnya untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah. Jalur kereta api ini mencapai Madinah pada 1908. Kebijakan ekonominya memprioritaskan pembayaran kembali utang luar negeri yang tersisa dari para pendahulunya. Dia menandatangani perjanjian dengan kreditor Eropa pada 20 Desember 1881, untuk melunasi sebagian besar utang-utang itu. Selain itu, Sultan Abdulhamid II juga mengambil langkah penting dalam dunia pendidikan. Dia membuka banyak sekolah dasar, menengah, dan lanjutan, serta sekolah untuk penyandang disabilitas dan akademi militer di seluruh negeri.

Tiga klub terbesar di sepak bola Turki – Fenerbahce, Galatasaray, dan Besiktas – semuanya didirikan pada masa pemerintahannya. Sultan itu juga memesan koleksi album foto tak ternilai yang menggambarkan berbagai kota di seluruh kekaisaran yang luas, terutama Istanbul. Dia membiayai pembangunan Rumah Sakit Sisli Etfal dan panti jompo Darulacaze dari dompetnya sendiri. Keduanya masih beroperasi hingga saat ini di Istanbul. Jalur trem listrik juga dibangun di banyak kota, sementara jalan raya diperpanjang dan jalur telegraf dipasang melalui wilayah Basra, yang sekarang terletak di Irak selatan, serta Hijaz.

Payitaht Abdulhamid, akan membawa peristiwa penting pada masa pemerintahan Sultan Abdulhamid yang dimulai pada tahun 1896. Ini juga akan membahas pertempuran yang menghasilkan kemenangan Osmani setelah sekian lama yaitu, Perang Yunani, Kongres Zionis ke-1 dan masalah tanah Palestina akan muncul di layar. Proyek penting lainnya yang berhasil diraih Sultan adalah Jalur Kereta Api Hijaz dan di antara peristiwa sejarah penting lainnya yang akan berlangsung di Payitaht Abdulhamid. Serial yang menjadi saksi perjuangan negara dengan Sultan Abdulhamid Han ini berjanji untuk mempersembahkan kepada seluruh dunia yang menjalani hari demi hari dan sebagai hadiah untuk sejarah masa depan, akan disuguhkan dengan pesan “Perjuangan”!

Sultan Abdulhamid tidak hanya mendapatkan rintangan dari luar, juga dari dalam. Banyaknya pengkhianat yang berada di jajaran pemerintahan menjadi rintangan bagi Abdulhamid dan orang-orang yang setia lainnya. Latar waktu film serial ini adalah 20 tahun setelah Sultan Abdulhamid naik tahta. Selain kisah perjuangan Abdulhamid, kisah-kisah cinta pun menghiasi film serial yang terkenal di Turki ini. Kisah-kisah cinta di dalamnya membuat emosi kita terombang-ambing yang bisa membuat kesal sekaligus dag dig dug.

Sebelum nonton, ayo kenalan dengan beberapa karakter utama dalam serial ini.

Nama AktorFoto
Bülent İnal sebagai Sultan Abdulhamid IIGambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah 9k=
Bahadır Yenisehiroğlu sebagai Tahsin PashaGambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah bahadir-yenisehirlioglu.jpg
Hakan Boyav sebagai Mahmud PashaGambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah hakan-boyav-500x500.png
Özlem Conker sebagai Bidar SultanGambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah MV5BNzI0NzI1ZjctNjkxZS00MmU4LWJkYWUtNjA0M2MxOGU4YmNlXkEyXkFqcGdeQXVyNjg2MDY3OTQ@._V1_.jpg
Duygu Gürcan sebagai Naime SultanGambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah payitaht-abdulhamid-dizisi-naime-duygu-gurcan-boyu-kactir.jpg
Can Sipahi sebagai Shehzade AbdulkadirGambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah can-sipahi-actor.jpg
Kaan Turgut sebagai Pangeran SabahattinGambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah kaan_turgut.jpg
Yusuf Aytekin sebagai Söğütlü OsmanGambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah Z
Ali Nuri Türkoğlu sebagai Emmanuel KarasoGambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah 0
İlker Kızmaz sebagai Shehzade Mehmet SelimGambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah MV5BMGE2MmZjYzUtMDA1NS00ZGIwLWFiMjgtYWM4MzE1ZGNiZWZmXkEyXkFqcGdeQXVyMTExMTc3NzU5._V1_.jpg

Adblock Detected

Please disable adblock to proceed to the destination page