Filinta Episode 23

Mustafa selangkah lebih dekat ke masa lalunya dengan kedatangan Bala Hatun di Istanbul. Kedatangan Bala Hatun ini juga mencerminkan petunjuk ikatan antara Boris dengan masa lalu Mustafa. Dalam episode terakhir, Sultan yang selamat dari upaya pembunuhan yang dilakukan oleh Emine, berkat Mustafa, Gıyaseddin dan Bıçak Ali. Mustafa yang sebelumnya diberi amnesti selama satu tahun, dikejutkan dengan keputusan Sultan yang memaafkannya dengan memberi kebebasan atas segala tuduhan terhadapnya.

Kadı Gıyaseddin akan mengejar pembunuhan Sultan ini. Menariknya, ada Boris Zaharyas di depannya. Ketika Gıyaseddin bertanya tentang hubungannya dengan Emine Hatun, Boris tidak tahu harus berkata apa. Bala Hatun akan pergi ke rumah tempat dia tinggal bertahun-tahun yang lalu untuk mengambil barang amanahnya. Pemilik rumah saat ini, Nahide, telah menyiapkan kejutan kecil untuk wanita yang telah dinantinya selama bertahun-tahun. Boris, Süreyya, Mustafa, Ali… Semua orang mencari Bala Hatun dari segala arah. Namun, Bala Hatun mengunjungi tempat yang membuat semua orang terkejut. Akankah perhentian wanita tua berikutnya berada di tempat yang benar-benar ingin dia capai?

Abdullah membuat penemuan hebat lagi. Dan dengan penemuan ini, dia membantu polisi menemukan Bala Hatun yang dicari kemana-mana. Pekerjaan polisi akan lebih mudah dengan penemuan ini. Bekri kembali menyamar. Dan dia mencoba segala macam cara untuk keluar dari penjara. Karena yang dia inginkan hanyalah membalaskan dendamnya terhadap Boris. Akankah dia berhasil?

Akankah Mustafa mampu menghapus debu masa lalunya? Akankah Boris Zaharyas mampu menghilangkan kembali ancaman masa lalunya? Sebuah kotak yang tidak dikenal dikirim ke Boris, dan sebuah koin dikirim besama dengan catatan ‘Kau sama berharganya seperti satu koin ini’. Apakah Boris menerima perintah dari seseorang? Atau apakah itu akan menjadi akhir baginya? Jawaban atas semua pertanyaan ini ada di Filinta dengan episode barunya!