Payitaht Abdulhamid Episode 146

Sultan Abdulhamid yang tidak tunduk pada ancaman para prajurit pemberontak, memutuskan untuk tidak akan membebaskan Mahmud Pasha. Kemudian, Abdulhamid membuat suatu permainan untuk mengungkap para pengkhianat yang ada di dalam militer dengan berencana untuk mengeksekusi Mahmud Pasha. Sabahattin dan Karaso meminta Cassel untuk menghentikan pengeksekusian Mahmud dan Mihael, yang merupakan saudara-saudara Mason mereka. Ahmed Pasha ditugaskan oleh organisasi rahasia yang diikutinya untuk melakukan sesuatu yang tujuannya sama, yaitu membebaskan Mahmud Pasha dari tangan Abdulhamid.

Cassel membuat permainan besar dengan memanfaatkan orang-orangnya yang ada di Yaman untuk melakukan pemberontakan. Tentu ini bertujuan untuk menyudutkan Osmani dan Abdulhamid, dan juga rencana Cassel ini menguntungkan Ahmed Pasha. Sultan tetap tidak tunduk pada ancaman-ancaman ini dan tetap membawa Mahmud Pasha ke hadapan regu eksekusi. Sementara itu, Esrez Aziz berhasil dari maut karena senjata yang ditodongkan Mika kepadanya ternyata kosong. Hal ini membuat Esrez dan kawan-kawannya penasaran akan identitas asli Ishak. Akhir perjalanan dari Nerva akan berakhir di episode ini.

Sebelum Naime meninggalkan istana, dia mencoba membuat ayahnya memaafkan dirinya sendiri. Musuh yang ingin memanfaatkan rasa sakit Aliye untuk keuntungan mereka mengiriminya senjata. Pistol di tangan Aliye yang sedang mengalami gangguan mental bisa membahayakan semua orang. Apa yang akan dilakukan Aliye dengan senjata di tangannya? Siapa pengkhianat lain yang ada di dalam harem? Apakah Abdulhamid akan memaafkan putrinya sebelum Naime pergi? Bagaimana Esrez Aziz mengakhiri Nerva di episode ini? Apakah identitas asli Ishak akan terungkap juga di episode ini? Dan yang terpenting, akankah Mahmud Pasha benar-benar dieksekusi kali ini setelah sebelumnya pernah lolos dari hukuman mati?

TRAILER