Payitaht Abdulhamid Episode 153

Setelah pertemuan Reval, pemberontakan dimulai di Rumelia. Dengan api semangat yang disulut Esat Pasha, orang-orang Albania menuntut pendeklarasian konstitusi. Tetapi menurut Abdulhamid ini bukan waktu yang tepat, butuh 10 tahun lagi untuk dapat membuka kembali parlemen yang dia bubarkan sebelumnya. Mahmud Pasha untuk terakhir kalinya bertekad untukmengabdi kepada Sultan dengan mengirimkan nama-nama peserta kongres Turki Muda yang diadakan di Paris.

Upaya Sultan Abdulhamid untuk menghentikan pemberontakan gagal. Karaso dan Pangeran Sebahattin menetap di Paris untuk melanjutkan aktivitas mereka. Sultan Abdulhamid menolak tuntutan mendeklarasikan konstitusi, tetapi mau tidak mau karena situasinya semakin kacau, ia harus mengambil langkah yang berisiko. Perintah kematian Aliye diberikan agar dia tidak mengatakan apa yang dia ketahui. Mary menjadi seorang pembunuh saat mencoba menebus kesalahannya.

Apakah Sultan Abdulhamid akan mendeklarasikan konstitusi untuk kedua kalinya? Apakah keputusan itu akan menguntungkan rakyat atau asing? Apakah Mahmud Pasha menyesali perbuatan dan jalan yang ditempuhnya selama ini? Bagaimana nasib Aliye yang ingin dihabisi oleh asisten Mary? Apa rencana musuh agar pemberontakan ini semakin memanas?