Payitaht Abdulhamid Episode 154

Episode 154 merupakan episode akhir dari perjalanan panjang serial Payitaht Abdulhamid. Latar waktu di episode ini yaitu tahun 1930. Tahsin Pasha didatangi seorang pemuda yang ingin mengonfirmasi tentang memoar yang dikirim Tahsin Pasha kepadanya sekaligus untuk mengetahui lebih jauh tentang Sultan Abdulhamid dan peristiwa-peristiwa pada masa pemerintahannya. Kemudian Tahsin Pasha menceritakan beberapa peristiwa yang terjadi pada masa pemerintahan Sultan sambil bernostalgia.

Sultan Abdulhamid memberikan tugas khusus kepada Tahsin Pasha yang diberhentikan dari jabatan Pasha. Mahmud Pasha, yang tinggal di Paris, meninggal di kamar hotelnya meskipun Sultan menyuruhnya pulang ke Istanbul, tetapi ia menolak. Aliye Sultan dan Fatma Sultan yang beberapa hari kedepan akan pindah ke Bursa, ikut mengucapkan selamat tinggal kepada Tahsin Pasha yang telah bertahun-tahun bekerja di istana. Saliha Sultan pun ikut mengucapkan selamat tinggal. Sementara itu, Nona Marry menyadari kenyataan bahwa Sultan dan harem tidak seburuk dugaan orang-orang Barat.

Di sisi lain, Sultan Abdulhamid menghabiskan hari-hari terakhir hidupnya tinggal di pengasingan di Istana Beylerbeyi. Di sebelahnya adalah Saliha Sultan, yang tidak pernah meninggalkannya sendirian. Sebelum ia terbaring sakit, ia didatangi oleh Talat Pasha yang menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri untuk meminta nasihat dari sang Ulu Hakan. Mata mereka berdua mengatakan sesuatu yang tak dapat diucapkan kata-kata, yaitu mereka tahu bahwa tak lama lagi negara akan runtuh.